Kamis, 24 Januari 2013

Peran Sosial Media Bagi Bisnis Fotografi

Sosial Media

Apa yang terjadi di lingkungan kita saat ini adalah sepertinya Kita terlalu sibuk menggunakan fitur-fitur sosial media dalam kehidupan sehari-hari. Alangkah baiknya kita meninjau kembali apa saja dan bagaimana perkembangan serta tujuan dari setiap platform atau bentuk sosial media itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa definisi dari sosial media yang sudah tidak asing bagi kita:

Social Media Engagement - logo

  1. Facebook: Misi Facebook adalah memberikan kekuatan bagi penggunanya untuk berbagi dan membuat dunia lebih terbuka serta semakin terhubung satu sama lain.
  2. Twitter: Jika dilihat dari sudut pandang bisnis, maka Twitter bisa menghubungkan bisnis ke kustomer secara langsung atau real-time. Bisnis menggunakan Twitter untuk berbagi informasi kepada orang-orang yang tertarik dengan produk atau jasa mereka secara cepat dan efisien, mendapatkan feefback serta mengetahui situasi dan kondisi pasar secara real-time, membangun hubungan dengan kustomer, rekan kerja, serta orang-orang yang memiliki pengaruh di dunia Online ataupun offline 
  3. LinkeIn: LinkedIn merupakan jaringan profesional terbesar di dunia dengan 120 juta lebih pengguna dan terus berkembang dengan pesat. LinkedIn menghubungkan Anda dengan orang-orang yang tepercaya serta membantu Anda bertukar pengetahuan, gagasan, peluang dengan jaringan profesional yang sangat luas 
  4. Google+: Google+ lebih membuat hubungan di dalam jaringan web sama seperti di dunia nyata. Berbagi pemikiran, link serta foto dengan lingkaran atau circle yang tepat. Penggunaan video chat yang mudah, spontan memungkinkan untuk melakukan percakapan dengan 9 orang sekaligus.

Sosial Media sebagai Alat pemasaran

Kami tidak akan memberikan iming-iming dalam hal ini. Sosial media bukanlah sebuah peluru perak yang akan meningkatkan bisnis Anda dalam semalam. Sosial media bagaimanapun juga merupakan potongan yang sangat penting dalam strategi marketing Anda. Sosial media bisa membantu meningkatkan Brand-Awareness dan menghubungkan Anda dengan kustomer potensial, jika Anda terbiasa menggunakan Google Analytics makan pasti Anda sudah menyadari bahwa sosial media bisa mendatangkan jumlah traffic yang signifikan bagi website fotografi Anda. Sekarang mari kita bahas bagaimana sih Sosial Media bekerja bagi Anda.
Sebenarnya ada Dua tipe utama dalam pemasaran, yaitu Outbound dan Inbound Marketing. Taktik serta strategi Outbound Marketing merupakan cara tradisional yang melibatkan 'serangan' promosi kepada prospek Anda, Seperti kampanye email serta brosur, telemarketing untuk memasukkan company profile, pameran, iklan komersial (majalah, billboard) dan masih banyak lagi. Taktik atau strategi Inbound Marketing sangat berkebalikan, Inbound Marketing membantu Anda untuk ditemukan oleh calon pelanggan pada saat mereka mencari pihak yang menyediakan kebutuhan mereka. Strategi Inbound Marketing adalah opt-in, yaitu pengunjung menemukan dan melihat Anda dengan cara berteman, mem-follow atau mencari Anda.

 

Sosial Media, Mesin Pencari serta blog merupakan Strategi Inbound

Dengan Taktik Inbound Marketing, secara otomatis konsumen sebenarnya telah terfilter dengan sendirinya, karena mereka menemukan Anda berdasarkan relevansi kebutuhan yang mereka cari, dan juga mereka lebih cenderung memiliki reaksi yang baik kepada Anda. Taktik Inbound Marketing pada dasarnya adalah bagaimana membuat orang lebih mudah menemukan Anda. Anda tentunya ingin memperluas jaringan bisni fotografi dengan cara menciptakan sebanyak mungkin relevansi, dan nilai tambah bagi orang-orang untuk berhubungan dengan Anda. Dengan search engine atau mesin pencari serta pemasaran dan optimasi sosial media bisa menjadi taktik Inbound Marketing yang berkualitas.
Tidak ada resep yang sempurna untuk bisa berhasil mengkombinasikan taktik Inbound dan Outbound Marketing, hal ini akan bervariasi tergantung dari modal serta budget, perilaku konsumen, serta Return on Investment (Hasil yang Anda lihat sebanding dengan waktu atau uang yang diberikan). Perlu diingat bahwa karena Anda tidak perlu membayar tunai ketika berpartisipasi dalam media sosial bukan berarti itu gratis, biaya yang nyata adalah waktu Anda untuk berkutat dalam sosial media. Menginvestasikan waktu dalam sosial media berarti Anda harus meninggalkan investasi hal produktif lainnya, oleh karena itu Anda harus memastikan mendapatkan keuntungan terbaik pada setiap investasi Anda. Sebagai contoh pada kampanye email atau promo email yang membutuhkan beberapa ratus ribu, dan semuanya terserah Anda untuk mengukur hasil yang Anda dapat dan menentukan kombinasi strategi pemasaran yang pas.

5 Hal Bagaimana Sosial Media Bisa Membantu Bisnis Fotografi Anda.

  1. Membangun BrandBerbagi konten yang relevan melalu sosial media (konten yang benar-benar bisa menghubungkan orang) bisa membantu Anda agar dikenal sesuai dengan expertise dan keahlian, atau memungkinkan Anda untuk membangun kredibilitas pada topik spesifik pada bidang fotografi Anda. Hal ini bisa memberikan esensi dasar bagi fotografer yang bertujuan untuk membangun minat serta keberadaan hasil foto mereka.
  2. Mengelola Relasi - Mungkin banyak dari klien, mitra dan rekan Anda saat ini yang sudah berada dalam sosial media, dimana Anda juga ingin berada atau menjalin percakapan dan melakukan pendekatan. Sosial media merupakan cara mudah untuk berinteraksi dengan orang-orang tersebut dengan sudut pandang mereka. Jejarin sosial seperti Twitter bisa berperan sebagai client-support, dimana berhubungan secara online bisa mempermudah berhubungan dengan mereka serta membantu menyediakan kebutuhan klien yang berkomunikasi menggunakan sosial media. Lebih luas lagi, sosial media bisa menjadi channel atau media yang ideal untuk memberikan update pada klien tentang foto-foto terbaru, proyek kreatif serta berbagi detail informasi. 
  3. Direct Sales - Secara logis, banyak penyedia produk dan jasa yang menggunakan sosial media dengan secara langsung berjualan, tetapi ini adalah taktik pemasaran yang harus dipertimbangkan dengan baik serta bijaksana. Keberadaan media sosial adalah untuk komunikasi Dua arah, dan sering berteriak "Gunakan jasa Saya!" atau "Beli Foto Saya!" pasti akan membuat orang atau calon klien Anda akan menjauh. Tetapi bagaimanapun juga, ada pendekatan yang bisa dilakukan dengan pemikiran sosial media memang diperuntukkan untuk kebutuhan personal dan bisnis, jadi beberapa tingkat promosi masih bisa diterima. Jika pertama kali Anda menanamkan kepercayaan serta kredibilitas dengan cara mendengarkan, memberikan nilai tambah, terlibat dalam percakapan, dan secara tulus membantu orang lain, maka orang lain akan tidak mempermasalahkan beberapa promo yang Anda lakukan, terutama jika mereka memiliki ketertarikan pada merek yang Anda buat. Lalu bagaimana aturan yang berlaku? secara umum jumlah pesan promo adalah 10% dari keseluruhan pesan Anda masih bisa digunakan, 1 promo dari 10 pesan keseluruhan.
  4. Peringkat SEO - Dikarenakan jejaring sosial memang mengembangkan budaya untuk berbagi, maka pengikut atau follower Anda akancenderung  mencari link yang relevan untuk dibagikan kembali ke follower atau pengkikut mereka sendiri. Model berbagi sosial seperti ini tentunya menambah kemungkinan akan lebih banyak orang yang akan melihat, berbagi, serta membagikan link konten Anda. Jejaring sosial juga bisa menjadi cara sementara untuk muncul di halaman satu mesin pencarian, karena search engine atau mesin pencari sekarang ini telah mulai meng-indeks tweet dan memunculkan di halaman awal mesin pencari. Tweet Anda yang berisi keyword terpilih bisa berada di halaman awal mesin pencari, meskipun hanya dalam waktu singkat. Pada awal tahun ini, sebagian ahli SEO (Search Engine Optimization) sepakat bahwa dengan berpartisipasi dalam sosial media akan memberikan pengaruh yang besar pada SEO Anda secara keseluruhan. Hal ini berarti bahwa mesin pencari semakin memperjelas pengaruh sosial media bagi penentuan peringkat dalam mesin pencari. 
  5. Inspirasi Serta Feedback - Ketika Anda memulai membangun sebuah network atau jaringan dari rekan-rekan serta para pemikir, Anda akan terkagum-kagum dengan apa yang Anda dapatkan, entah itu Anda memilih berinteraksi menggunakan Google+, Twitter, Facebook, LinkIn, atau malah kombinasi dari sosial media tersebut, Anda akan terkejut secara tiba-tiba memiliki ide serta gagasan baru dalam kreatifitas Anda. Anda akan terinspirasi oleh hasil kerja orang lain dalam jaringan Anda tentunya. Anda akan terlibat percakapan yang kaya akan peningkatan teknik, dan bahkan Anda bisa meminta pendapat serta dukungan dalam segala hal serta topik, seperti menentukan harga dalam dunia fotografi ketika bernegosiasi dengan klien, dan lain-lain. Anda akan terhubung dengan hal-hal yang menarik bagi Anda, mengenal fotografer di beberapa sosial media serta memperhatikan posting-posting mereka dan melihat bagaimana bisnis dan teknik fotografi mereka berkembang, jika pada suatu saat Anda merasa tertarik dengan pokok bahasan mereka tentu tidak ada salahnya berbagi opini dan bertanya.
Social Media

Buat Goal & Telusuri Perkembangan Anda

Sebelum terjun menggunakan sosial media untuk keperluan bisnis, penting sekali bagi Anda untuk menentukan 'goal' serta matriks guna membantu memberikan penilaian secara obyektif apakah Anda telah melakukan dengan baik atau tidak, ditambah lagi pasti Anda akan memerlukan patokan berupa data yang akan memberikan anda sebuah perbandingan kondisi sebelum dan sesudah. Jadi setelah Anda menentukan item terpenting untuk ditelusuri (follower, like, komentar, traffic web, dan lain-lain), ambillah snapshot dari kondisi sekarang dan kemudian ambil lagi pada tanggal rentang waktu yang anda tentukan. Berikanlah rentang atau tenggat waktu selama Dua atau Tiga bulan untuk membangun sebelum mengambi kesimpulan tentang keberhasilan. Pada akhirnya, membandingkan hasil vs tujuan serta inisiatif pemasaran yang lain, akan memberikan informasi pada Anda bagaiman investasi yang akan Anda lakukan berikutnya.
Menggunakan sistem penelusuran seperti Google Analytics bisa merupakan kunci yang bisa membantu Anda menelusuri sejauh mana platform sosial media yang digunakan berkontribusi menghadirkan pengunjung ke website fotografi Anda. Tool ini memberikan data real tentang semua trafik yang masuk dalam website fotografi Anda.

Kenali Goal Anda

Dilengkapi dengan sistem penelusuran yang efektif merupakan kunci sukses, tetapi hanya berlaku jika Anda sudah mengetahui pencapaian Anda. Inilah sebabnya mengapa kita harus memiliki strategi terhadap penggunaan sosial media (Apa yang harus diposting, siapa yang menjadi target, dan lain-lain) akan membantu anda mencapai Goal lebih cepat. Sebelum membuat strategi, alangkah baiknya Anda mengajukan pertanyaan dibawah ini kepada diri Anda sendiri:
Secara hipotesa, tujuan Anda adalah untuk:
  • Mendapatkan proyek atau pekerjaan dari klien yang sudah ada sekarang.
  • Melakukan branding pada diri sendiri sebagai fotografer wedding yang paling bagus di daerah Anda
  • Menjual stock photography lebih banyak lagi 
  • Memulai penjualan aksesori fotografi atau video tutorial 
  • Membuat jaringan bisnis untuk studio foto 
  • Mendapatkan kritik atau panduan dari fotografer profesional yang lebih luas lagi. 
  • Dan lain-lain

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Updates Via E-Mail