Kamis, 17 Januari 2013

Mengenal Aperture dan Shutter Priority

Teknik Fotografi - Beberapa waktu lalu Infotografi telah mengulas tentang Exposure Triangle, dimana didalamnya terdapat Tiga elemen penting yaitu ISO, Shutter Speed dan Aperture. Kita juga sudah sudah mengulas bagaimana sih dampak ketika merubah setiap elemen tersebut terhadap foto yang sobat hasilkan? Artikel ini merupakan kelanjutan ulasan diatas, jika sebelumnya Sobat diminta untuk menggunakan mode manual dalam belajar Exposure Triangle, sekarang kita coba menggunakan Elemen-elemen tersebut pada Dua mode pemotretan kamera digital, yaitu Mode Aperture Priority dan Shutter Priority.
LX - Legend -


Kita telah mengetahui tentang bagaimana ketiga elemen dari exposure triangle memberikan dampak bagi satu sama lainnya. Ketika menambah ukuran Aperture (memperbesar bukaan lensa), brarti sobat secara otomatis membuat cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera menjadi lebih banyak, untuk itu Sobat membutuhkan kecepatan shutter yang lebih pendek. Kebalikannya jika Sobat menambah rentang waktu shutter terbuka, maka turunkan Aperture sebanyak yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang terexpose secara tepat.

Mode Priority (Prioritas)

Mode Aperture dan Shutter Priority bisa dikatakan adalah mode semi-manual atau semi-otomatis. Mode ini memberi Sobat kontrol terhadap pengaturan kamera, tetapi kamera juga memiliki peran untuk mengambil keputusan terhadap pengaturan agar Sobat mendapatkan foto memiliki exposure yang pas. Untuk lebih jelasnya akan dijabarkan dibawah ini:

Mode Aperture-Priority

Mode ini seringkali dilambangkan dengan 'A' atau 'Av'. Sobat sebagai seorang fotografer, pada mode ini bisa mengatur Aperture sesuai dengan keinginan kalian, dan kamera membuat keputusan tentang berapa Kecepatan shutter yang dibutuhkan dengan kondisi pemotretan saat itu.
Kapankan Sobat harus menggunakan mode Aperture-Priority? Jika Sobat masih ingat isi artikel tentang Aperture, tentu bisa melihat Depth of Field sebagai dampak dari pengaturan Aperture. Alasan inilah yang membuat seorang fotografer menggunakan mode Aperture-Priority ketika mereka menginginkan kendali atau kontrol pada DOF. Jika menginginkan Depth of Field yang sempit (seperti contoh dibawah ini, dimana hanya sebagian dari biola yang terfokus dan area di sekelilingnya tampak blur) Seorang fotografer akan memilih Aperture atau bukaan besar (contoh f/1.4) dan membiarkan kamera memilih pengaturan Shutter Speed secara otomatis. Jika seorang fotografer menginginkan hasil foto yang terfokus secara merata, maka mereka akan memilih pengaturan Aperture yang lebih kecil (contoh: f/22) dan membiarkan kamera mengambil keputusan terhadap Shutter Speed secara otomatis (secara umum kecepatan shutter yang sedikit lama).
A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way
Harus diingat bahwa ketika Sobat memilih Aperture, secara otomatis kamera akan memilih shutter speed yang lebih cepat atau lambat, dan mungkin Sobat akan mengalami dimana suatu saat kamera akan memilih shutter speed yang terlalu lambat untuk dipegang dengan tangan (sekitar 1/60). Ketika Sobat mendapatkan kecepatan shutter dibawah 1/60 Kalian harus mempertimbangkan untuk menggunakan Tripod, dan juga ketika Sobat memotret subyek yang bergerak, shutter speed akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana subyek itu ter-capture dan shutter speed lambat berarti subyek foto kalian akan tampak blur.

Mode Shutter Priority

Mode ini seringkali dilambangkan dengan 'S' atau 'TV'. Sobat sebagai seorang fotografer, pada mode ini bisa mengatur Shutter speed yang diinginkan dan memberikan otoritas kepada kamera untuk mengambil keputusan atas pengaturan Aperture untuk mendapatkan exposure yang pas.
Kapankan Sobat harus menggunakan mode Shutter Speed Priority? Pada artikel sebelumnya kita telah berbicara tentang dampak penggunaan shutter speed yang berbeda adalah bagaimana 'pergerakan' terekam pada gambar/foto. Alasan inilah yang menjadi pertimbangan utama seorang fotografer untuk memilih mode Shutter Speed Priority ketika mereka ingin memiliki pengaturan penuh pada bagaimana memotret subyek gerak.
Formula 1 India
Sebagai contoh jika Sobat sedang memotret sebuah event balap mobil dan ingin mem-freeze pergerakan mobil serta tidak ada nuansa blur, maka pilihlah shutter speed yang cepat (1/2000). Kamera akan secara otomatis mempertimbangkan jumlah cahaya yang tersedia dan menentukan Aperture, jika Sobat ingin foto balap mobil dengan nuansa blur untuk menggambarkan seberapa cepat mobil itu bergerak, maka pertimbangkan untuk menggunakan Shutter Speed yang lebih lambat (contoh: 1/125), dan kamera akan memilih aperture yang lebih kecil.

Patut Dicoba

Seperti yang bisa Sobat lihat dalam ilustrasi diatas, Mode Aperture dan Shutter Priority memberikan kendali lebih terhadap foto yang akan dibuat, tetapi bagi Sobat yang belum pernah mencoba akan butuh waktu untuk terbiasa. Beberapa tips ketika menggunakan pengaturan ini adalah jangan hanya terpaku pada pengaturan tetapi pertimbangkan juga pengaturan yang telah secara otamatis ditentukan oleh kamera. Cobalah untuk memotret dengan mengunakan bracketing dan potretlah beberapa foto dari obyek yang sama dengan setting berbeda. Cara berlatih seperti ini akan memastikan setidaknya ada satu foto yang memenuhi kriteria keinginan kalian.
Cara terbaik dalam mempelajari mode Shutter Priority dan Aperture Priority adalah Ambil kamera dan lakukan banyak percobaan. Berpindah setting mode dari dan ke Av Tv dan mulailah bermain dengan pengaturan berbeda. Lihatlah bagaimana kamera membuat perubahan sebagai kompensasi dari pemiilhan setting Shutter/Aperture Kalian.

133/365 - …and Always Twirling, Twirling, Twirling Towards Freedom!
Dalam Mode Aperture Priority ambillah beberapa foto pada Aperture terbesar (bilangan kecil) dan lihatlah bagaimana efek blurnya pada background (secara otomatis meningkatkan shutter-speed), dan kemudian berbaliklah menggunakan aperture terkecil (bilangan besar) dan lihatlah bagaimana foto Sobat lebih terfokus.
Pada mode Shutter Priority cobalah melakukan ujicoba dengan shutter speed lambat dan cepat, dan lihatlah bagaimana dampaknya terhadap Depth-of-Field. 
Tidak mendapatkan foto yang Sobat inginkan? Jangan putus asa, hal ini membutuhkan banyak latihan untuk terbiasa dengan pengaturan ini. Sobat akan memiliki lebih banyak kendali kreatifitas pada foto kalian, setelah menguasai mode pemotretan diatas.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Updates Via E-Mail