Jumat, 18 Januari 2013

Masalah Ruang Tajam Pada Foto Portrait


Teknik Fotografi - Artikel kali ini memang sengaja ditulis untuk menjawab pertanyaan salah satu sobat InFotografi yang sempat bertanya, mengapa di beberapa bagian foto terasa kurang tajam, dalam artian salah satu bagian wajah terfokus namun beberapa bagian lainnya tidak terfokus. Sobat InFotografi tersebut kalau tidak salah menggunakan lensa Prime 50mm f/1.8 tanpa flash, dan memang lensa ini sangat cocok jika digunakan pada foto portrait.

Kami sayangnya tidak memiliki foto yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut, dan tanpa foto memang akan terasa sulit untuk menganalisa apa yang menjadi penyebab kejadian dengan ilustrasi diatas. Melihat dari paramater-parameter tersebut: lensa prime 50mm f/1.8, tanpa flash, memotret didalam ruangan maka kemungkinan besar pokok masalahnya adalah pada penggunaan Aperture maksimal pada saat memotret.
Lensa Prime 50mm f/1.8 adalah lensa yang bagus dan bisa dikatakan sebagai lensa cepat. Lensa ini dideal untuk memotret pada kondisi low light atau rendah cahaya. Masalah yang kemungkinan besar timbul ketika menggunakan Aperture lebar adalah Depth of Field atau ruang tajam menjadi sempit. Hal ini membuat fokus terasa sulit karena akan menghasilkan satu bagian foto yang tajam sementara yang lain tidak.
Gambar diatas merupakan salah satu contoh yang bisa mengilustrasikan tulisan ini. Sobat bisa melihat bibir bayi tersebut terlihat tajam tetapi tidak pada pipi dan telinga. Foto tersebut memiliki DoF atau ruang tajam yang sempit dan EXIF data menunjukkan foto tersebut diambil menggunakan Aperture f/2.2. Sobat bisa membayangkan bukan bagaimana jika menggunakan Aperture yang lebih lebar lagi.
DoF sempit memang bisa menciptakan efek yang menarik (bokeh), tetapi ketika sobat membuat sebuah foto portrait dengan fokus yang baik di wajah, maka siap-siap menghasilkan beberapa foto yang gagal, eksperimen tetap diperlukan bukan?

Bagaimana mengatasi Ruang Tajam atau Depth of Field yang terlalu sempit

Satu hal yang pasti adalah bereksperimen menggunakan Aperture yang lebih kecil (bilangan besar), mungkin Sobat bisa memulai dengan menggunakan nilai tengah dari ranger Aperture lensa kalian. Hal ini berarti akan meningkatkan atau memperluas Ruang Tajam (DoF), atau bahkan Sobat malah menemukan "Sweet Spot" lensa kalian dan menghasilkan foto yang lebih tajam dari sebelumnya.
Sobat harus tetap ingat, bahwa dengan menggunakan Aperture yang lebih kecil, maka kalian harus mengkompensasi bukaan diafragma kecil tersebut mengingat akan ada sedikit cahaya yang bisa masuk. Ada beberapa cara untuk melakukan mengkompensasi Aperture kecil:
  • Berikan cahaya yang cukup - Pastikan obyek foto mendapatkan cahaya yang cukup. Sobat bisa menggunakan flash, cahaya alami dari jendela atau bisa menggunakan sumber artificial light yang lain. Memantulkan cahaya flash dilangit-langit ruangan bisa menjadi pilihan yang efektif.
  • Tingkatkan ISO - Cara lain untuk mengkompensasi Aperture kecil adalah dengan meningkatkan kesensitifan sensor gambar terhadap cahaya, dan ini bisa dilakukan dengan merubah atau menaikkan pengaturan ISO pada kamera digital. Meninggikan ISO juga berarti meningkatkan adanya NOISE, jika kalian tidak menginginkan adanya NOISE, kalian bisa menginkatkan ISO sebanyak satu atau dua stop.
  • Memperlambat Shutter Speed - ketika memotret obyek gerak, Sobat akan kesulitan ketika memperlambat Shutter Speed yang kalian gunakan, tetapi inilah salah satu cara untuk mengkompensasi Aperture atau bukaan diafragma kecil.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Updates Via E-Mail