Tampilkan postingan dengan label Teknik Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Fotografi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 Mei 2013

Hindari Asal Jepret Ketika Memotret!

Teknik Fotografi - Menghasilkan karya fotografi yang bagus tidak lepas dari perencanaan bukan? Tidak peduli hal teknis apa yang Sobat gunakan, entah itu menggunakan mode manual ataupun mode otomatis. Sobat perlu untuk berpikir tentang apa yang akan kalian potret, sebelum mengatur Aperuture atau shutter speed yang akan digunakan. Jika saat ini Sobat masih mengacuhkan perencanaan atau konsep, maka Kami sarankan untuk berhenti sejenak! Baca Lima hal yang kami tulis dibawah ini: 
think!



Berpikirlah Sebelum Memotret - Think Before You Shoot


Sobat setidaknya harus memvisualisasikan moment yang ingin kalian capture, sebelum benar-benar memotret. Setelah kalian menggambarkan  apa yang ingin kalian potret, berpikirlah bagaimana menuangkannya dalam sebuah frame! Jadi pada intinya, setiap kali Sobat mengangkat kamera dan hendak memotret, berhentilah sejenak, Pikirkan, pertimbangkan ulang, dan mulailah memotret!

Foto bewarna atau hitam putih?

Kita hidup di dunia yang penuh warna bukan? Begitu banyak warna yang ada di sekitar kita. Tetapi dalam fotografi kita tetap memiliki pilihan. Banyaknya tone warna yang terekam dalam kamera tergantung pada nilai saturasi yang Sobat atur di kamera. Apakah sobat ingin banyak variasi tone  dalam satu warna? atau Sobat malah ingin menghilangkannya dan membuat sebuah karya hitam putih.

Pertimbangkan kontras

Cahaya yang kuat bisa membantu kita dalam mebuat foto yang memilikih kontras tinggi, tetapi di lain sisi cahaya yang lembut serta menyebar dengan rata selalu menawarkan hasil gambar yang memiliki sense tersendiri karena memiliki kontras rendah. Jadi pengaturan kontras yang ada di kamera bisa digunakan untuk menghasilkan karya dengan mood tertentu.

Manfaatkan White Balance

Setiap sumber cahaya tentu memiliki karakter warna tertentu, dan itu akan memberikan dampak pada foto kita. Pengaturan Preset pada white balance bisa membantu kita mendapatkan warna yang pas di hampir semua kondisi pencahayaan. Sobat juga bisa memanfaatkan white balance untuk mendapatkan warna yang berkarakter "dingin" atau hangat bagi foto-foto kalian, ini semua tergantung dari kreatifitas kalian.

Apakah Sobat butuh untuk menambah exposure?

Apakah Sobat butuh foto lebih terang? overexpose! Apakah Sobat ingin menghindari foto-foto yang Blow-out? Underexpose. Jangan selalu terpaku pada metering otomatis kamera! Lakukan ujicoba dengan menggunakan beragam exposure, entah itu menurunkan atau menaikkan exposure sebanyak satu - dua stop.

Lakukan langkah-langkan diatas setiap kali Sobat memotret! Semua itu akan menjadi kebiasaan dan pastinya bisa membantu Sobat untuk menghasilkan Foto Hebat!!! Jika Sobat masih belum yakin dan percaya diri dalam hal mendapatkan exposure yang diinginkan, maka lakukan dengan cara aman! :) Memotretlah dengan menggunakan format RAW dan gunakan fitur Auto Exposure Bracketing (AEB), sehingga Sobat memiliki banyak pilihan pada saat post-produksi.

The "Living Photographs"

Dunia Fotografi - Arthur Mole yang lahir pada tanggal 1889 (Inggris) dan meninggal pada tahun 1983 (US) merupakan seorang seniman besar yang dikenal dengan karyanya yang terkenal dengan sebutan "living photographs" atau foto hidup. Kenapa dimikian? karyanya dimulai pada saat perang dunia I dimana 10.000 tentara militer diatur dan dikomposisikan sedemikian rupa untuk membentuk sebuah obyek. Komposisi tersebut didesain khusus agar bisa dinikmati dengan prespektif dari menara pandang setinggi 80 kaki. Ketika dilihat atau dipotret dari ketinggian ini maka baru bisa dimengerti apa sebenarnya bentuk dari barisan tentara militer tersebut. Arthur Mole mengerjakan itu semua dengan satu asisten bernama John D Thomas.



 Foto Yang membentuk karya yang berjudul Human U.S. Shield (gambar bawah) memberlukan 30.000 orang, dan potret dari Woodrow Wilson memerlukan 21.000. Tetapi SObat jangan salah.. susah juga loh menjadi salah satu orang yang berdiri untuk membentuk subyek tersebut. Menurut satu laporan, 18.000 tentara yang dianggap cocok untuk membentuk patung liberty diharuskan untuk memakai seragam yang berasal dari bahan wol, dan berada di bawah suhu panas 105 derat F. Bisa Sobat bayangkan, berapa banyak yang pingsa setelah beberapa jam berdiri.


Arthur Mole dan John Thomas memasang garis besar gambar yang diinginkna pada kamera mereka diatas menara, dan kemudian para tentara yang berada dibawah diarahkan agar tepat berada di tempat sesuai dengan penanda yang ada. Proses ini membutuhkan waktu beberapa minggu. "Living Photographs" sepertinya sudah tidak ada lagi saat ini, tetapi pada tahun 2009, sekitar 5000 tentara di Korea selatan sempat membuat karya seperti ini. Berikut ini adalah beberapa karya "Living Photographs" yang dipelopori oleh Arthur Mole dan John D Thomas:










 
Wew.. ternyata untuk menjadi seorang fotografer tidak sesederhana hanya menekan tombol shutter yah Sobat.. dibutukan sebuah perencanaan dan workflow yang relatif rumit untuk bisa menghasilkan karya yang selalu dikenang.. :)

GDT Nature Photographer 2013

Dunia Fotografi - Puluhan foto nature masuk ke putaran final kompetisi foto Nature Photographer of The Year 2013 yang diselenggarakan oleh Society of German Nature Photographers (GDT). Foto-foto yang dikompetisikan adalah tentang seputar mamalia, tumbuhan dan jamur, landscapes, dan spesial tahun ini ada kategori spesial yakni animal portrait. GDT sendiri adalah kependekan dari Gesellschaft Deutscher Tierfotografen, dan ribuan fotografer tergabung dalam komunitas non profit ini. GDT ini memiliki 15 grup yang tersebar di seluruh dunia, dan setiap tahun mereka bertemu untuk berdiskusi, bertukar tips dan pengalaman fotografi. Kita lihat yuk Sob.. foto-foto yang memenangi kompetisi GDT ini.. semoga bisa menjadi inspirasi :)
 Overall and mammals category winner: Red Fox in sunset light by Hermann Hirsch

Winner in birds category: Icy resting place by Bernd Nill
Birds runner-up: Returning from the hunt by Michael Lohmann  
 Mammals category third place: When it gets dark by Christoph Kaula 
 Mammals runner-up: Fox in cloudy forest by Klaus Echle
 Winner in other animals category: In the spotlight by Klaus Tamm 
 Runner-up other animals category: Wingtips by Karsten Mosebach 
 Plants and fungi category winner: Woman shoe by Ariane Müller 
 Plants and fungi runner-up: Maple in cloudy forest by Joachim Wimmer 
 Landscapes category runner-up: Blooming landscape by Sandra Bartocha
Nature's studio winner: 'Blubb' by Sigi Zang
 Nature's studio runner-up: Indian summer by Katharina Becker 
Special category 2013 animal portraits winner: Grouse portrait by Klaus Echle
 Animal portraits runner-up: Young lion by Carsten Ott

Mengenal Depth of Field Dalam Fotografi

Teknik Fotografi - Sobat bisa menambah atau mengurangi jumlah cahaya ke film atau sensor gambar hanya dengan satu atau dua langkah, yaitu dengan: merubah shutter speed atau kecepatan shutter (rentang waktu shutter tetap terbuka) atau dengan merubah f-stop (ukuran aperture  yang ada di lensa). Jika Sobat merubah aperture, maka tampilan gambar foto bisa berubah drastis. Perubahan tersebut akan tampak pada area ketajaman atau fokus yang ada di dalam frame foto, dari titik paling tajam sampai ke paling jauh (sering disebut dengan ruang tajam). Nah zona atau area fokus ini dideskripsikan dengan depth of field



Aperture terbesar (contoh: f2, f4) memberikan depth of field terkecil
Aperture terkecil (contoh: f16, f22) memberikan depth of field terbesar
Semakin kecil sensor maka semakin besar pula depth of field pada aperture yang sama

Depth of field sempit (shallow) - Gambar sebelah kiri diambil dengan menggunakan pengaturan aperture lensa terlebar. Sobat bisa melihat bahwa ada perbedaan ketajaman gambar di bagian depan dan belakang.

Depth of field lebar (maksimum) - gambar sebelah kanan diambil dengan menggunakan pengaturan aperture lensa terkecil. Semua bagian atau elemen yang ada di dalam foto tampak fokus dan tajam baik di bagian belakang maupun depan.

Permasalahan Debu Pada Sensor Kamera

Kamera DSLR - Kemampuan berganti lensa merupakan satu keuntungan memiliki kamera digital SLR, tetapi jika frekuensi penggantian lensa yang relatif tinggi bisa menimbulkan satu masalah yang menjengkelkan. Setiap kali Sobat melepas lensa dari bodi kamera, maka debu bisa berpotensi masuk ke dalam bodi kamera dan menempel pada sensor. Hal ini jarang terjadi pada kamera film, karena memang hanya akan berdampak pada satu exposure atau film tersebut, tetapi lain halnya pada kamera digital, debu akan selalu menempel pada sensor dan memberi dampak pada setiap hasil foto. Beberapa noda atau bintik debu mungkin tidak akan terasa, tetapi dengan berselangnya waktu lambat laun Sobat akan menjumpai beberapa bintik kecil noda serta bayangan.

IMG_4676


Meminimalkan Potensi Masuknya Debu

Pertama, pastikan masalah yang kamera hadapi adalah memang benar dikarenakan debu dan bukan masalah lain seperti noise yang diakibatkan oleh penggunaan pengaturan ISO tinggi. Salah satu cara untuk memastikan bahwa noda tersebut dikarenakan oleh debu adalah dengan mengambil beberapa seri foto atau gambar. Noda debu akan tampak dan muncul ditempat yang sama di setiap foto yang Sobat ambil.

Kedua, Noda debu biasanya akan mudah tampak pada foto yang diambil dengan menggunakan aperture kecil (contoh f/16 atau lebih kecil). Jika sobat menjumpai noda di tempat yang sama di setiap foto pada jepretan yang menggunakan aperture kecil, maka bisa dipastikan permasalahan utama pada kamera kalian adalah dikarenakan oleh debu.

Jangan hanya pasrah dengan fakta bahwa noda atau bintik debu merupakan hal yang kerap terjadi pada kamera. Ada banyak cara dan langkah-langkah guna menghindari debu ketika Sobat mengganti lensa. Aturan pertama adalah LOKASI: Pada saat mengganti lensa, idealnya Sobat harus berada di dalam ruangan, jauh dari pintu atau jendela, serta jauh dari sumber kontaminasi debu seperti manusia dan hewan. Jika Sobat memang harus mengganti lensa di luar ruangan, maka pastikan jangan sampai jari kalian masuk ke dalam kamera. Jika tidak maka ada kemungkinan Sobat meninggalkan sidik jari pada mirror kamera, dan sedikit insiden pada jari bisa meninggalkan kerusakan permanen pada sensor.

Sobat bisa memanfaatkan daya gravitasi dengan tetap mengarahkan kamera ke bawah, hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada benda asing yang jatuh ke dalam kamera. Cara ini penting untuk dilakukan terutama jika Sobat mengganti lensa di luar ruangan. sebagai tambahan, jangan pernah mengarahkan kamera ke arah matahari. Yang terakhir, pastikan Sobat siap berganti lensa ketika akan melepaskan lensa yang terpasang pada kamera. Jangan melepas lensa jika Sobat belum mengambil lensa pengganti yang ada di dalam tas. Ambil lensa pengganti, lepas lensa di kamera, dan pasang! Dengan sedikit latihan dan didukung tangan yang stabil, idealnya Sobat bisa berganti lensa tidak lebih dari 20 detik.

Mengatasi permasalahan debu

Jangan panik ketika sobat menemukan masalah debu pada kamera. Sobat tidak sendiri! Banyak fotografer profesional juga mengalami permasalahan ini dari waktu ke waktu. Membersihkan noda debu pada kebanyakan kasus bisa dilakukan dengan aman dan sederhana.

Pembersihan noda debu mengharuskan kita untuk bekerja pada kamera denga sensor yang terekspose. Meskipun Sobat tidak akan bekerja secara langsung dengan sensor (karena adanya filter), tetapi tetap saja kalian akan berhadapan dengan sistem optik yang sangat sensitif. Ingat tips-tips berikut jika tidak ingin Sobat secara tidak sengaja merusak kamera kesayangan.

Pertama: Jangan pernah menyentuh sensor tanpa peralatan yang memang didesain khusus untuk pembersihan sensor, jangan pernah menggunakan jari ataupun cotton-budd. Meskipun benda seperti cotton-budd membersihkan debu, tetapi mereka akan meninggalkan jejak atau serat saat diangkat. Malah memperparah bukan?

Jadi apa yang selayaknya Sobat lakukan? Tidak ada ruginya berinvestasi beberapa peralatan cleaning tools seperti: Blower udara manual yang dilengkapi dengan moncong serta pompa tangan. Sobat bisa dengan mudah mendapatkannya di tokok-toko perlengkapan kamera.

Pengaturan kamera saat pembersihan debu

Baca kembali buku manual kamera untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana mode pengaturan saat pembersihan sensor. Mode pengaturan ini akan mengangkat mirror agar kita bisa membersikan sensor. JANGAN pernah menggunakan mode long exposure (Bulb)! jika mirror secara tidak sengaja menutup, dan alat pembersih yang masih digunakan akan merusak sensor secara permanen.

Terkadang blower tidak cukup untuk membersihkan noda. Untuk noda yang membandel Sobat bisa membeli kuas khusus pembersih kamera. Teknik pembersihan menggunakan kuas atau sikat membutuhkan kehati-hatian yang lebih, dan ingat hanya lakukan ini hanya untuk opsi terakhir. Jika Sobat ragu-ragu, maka lebih baik menyerahkan pekerjaan ini pada orang yang lebih ahli. Sebagai tambahan, program editing gambar saat ini seperti Adobe Photoshop maupun GIMP memiliki fitur Clone Tool, dimana kalian bisa secara cepat menghilangkan noda debu yang terekam pada foto-foto kalian.

Memotret Malam Hari Yuk!!!

Teknik Fotografi - Memotret malam hari merupkan peluang paling dekat dengan kita untuk menghasilkan foto-foto yang menarik, dan bahkan bisa di depan rumah kita sendiri. Artikel kali ini tidak akan membicarakan tentang penggunaan flash, Kita akan berbicara tentang long exposures, bagaimana mengkompensasi kondisi rendah cahaya dengan membiarkan shutter terbuka cukup lama dibandingkan bagaimana kita biasa memotret di pagi atau siang hari, dan bahkan bisa sampai Empat, Lima menitan loh...
London's Olympic Colours




Lalu bagaimana cara memotret di malam hari?

Tripod merupakan sahabat yang harus menemani kalian ketika memotret di malam hari. Sobat juga membutuhkan sebuah cable atau remote shutter release, jam tangan yang dilengkapi dengan stopwatch juga bisa menjadi opsi yang bagus. Beberapa kamera compact digital telah dilengkapi dengan fitur shutter speed sampai lebih dari 30 detik, dan itu merupakan waktu yang cukup untuk memotret di malam hari, tetapi alangkah baiknya jika kamera yang Sobat miliki dilengkapi dengan mode BULB. Mode manual bisa dikatakan pengaturan kamera terbaik ketika memotret malam, karena mode otomatis terkadang dibuat bingung ketika berhadapan dengan kondisi pencahayaan di malam hari.

Eksperimen adalah bagian paling menyenangkan jika kita memotret di malam hari. Cobalah keluar di jalanan saat malam hari bersama dengan tripod kalian, pasang kamera dan pilih mode bulb. Atur aperture di sekitaran f/8 untuk mendapatkan DoF yang relatif lebar. Menemukan titik fokus di malam hari terkadang bukan pekerjaan yang mudah, dan kebanyakan sistem autofokus sulit untuk bekerja dalam kondisi gelap, jadi Sobat kemungkinan akan menggunakan manual fokus. Pemilihan aperture pada f/8 memang tidak membuat fokus jadi hal yang terlalu penting, mengingat hampir keseluruhan eleman frame akan jadi lebih detail. Nah sekarang coba tekan tombol shutter dan gunakan jam tangan kalian sebagai timer sampai ke rentang waktu 30 detik. Lihat hasilnya di LCD kamera kalian! tidak ada gambar yang terekam dan terlalu gelap? coba jadikan shutter speed menjadi Satu menit! dan terus bereksperimen :)

Sistem kamera tidak bisa terlalu diandalkan pada saat memotret di malam hari. Proses trial and error pada night photography bisa menjadi hal yang menarik, bahkan untuk fotografer profesional sekalipun.

Tips Menghindari Salah Fokus

Tips Fotografi - Autofokus terkadang bisa jadi menjengkelkan, terutama pada saat autofokus memilih subyek atau benda yang berada jauh di background, padahal pada jepretan-jepretan sebelumnya autofokus selalu terfokus pada subyek yang kita inginkan. Sobat tentu bisa mengatasi permasalahan ini dengan menggunakan manual fokus, tetapi autofokus sangat kita butuhkan ketika Kita ingin mendapatkan fokus secara cepat atau ketika memotret landscape dan kita butuh untuk memfokuskan di satu titik. Ada beberapa tips untuk menghindari autofokus yang terasa menjengkelkan, diantaranya adalah:

@£$# autofocus...! :-)))

 

1. Tekan tombol shutter setengah untuk mengaktifkan autofokus

Atur autofocus kalian ke bagian tengah, dan kemudian arahkan ke area dimana Sobat ingin fokuskan, dan tekan tombol shutter setengah (jangan menekan sepenuhnya) untuk memulai autofocus. Tetap tekan tombol shutter setengah jalan, sembari Sobat mengkomposisikan gambar, dan tekan sepenuhnya untuk mengambil foto.

2. Alihkan ke manual focus setelah autofocus

Gunakan autofocus seperti biasanya, tetapi ketika kamera menemukan titik fokus yang kita inginkan, rubah pengaturan fokus pada lensa menjadi manual. Lensa akan tetap pada titik fokus tersebut. Metode ini bisa bekerja dengan baik ketika kamera kalian berada di atas tripod dan ketika Sobat mengambil multiple exposure di titik yang sama, seperti pada saat memotret landscape.

3. Gunakan tombol autofokus yang ada di bagian belakang kamera.

Auto fokus normalnya bekerja ketika Sobat menekan tombol shutter setengah jalan, tetapi dengan tombol fokus autofocus back-button, Sobat harus menekan tombol tersebut untuk mendapatkan kendali penuh pada saat autofocus bekerja.

Dengan menggunakan back-button, Sobat cukup mengatur autofocus di bagian tengah, kemudian arahkan ke area fokus yang kalian inginkan, dan tekan tombol back-button autofocus untuk memfokuskan ke titik tersebut secara otomatis, jadi kamera tidak lagi menentukan fokus secara acak di bagian background.



Sobat bisa melakukann hal yang sama tanpa tombol back-button autofocus dengan merubah ke fokus manual setelah kemara terfokus denganbenar, tetapi dengan menggunakan tombol atau fitur ini tentunya akan menghemat waktu dan dengan cara ini Sobat tidak perlu lagi merubah pengaturan autofocus ke manual fokus.

Tombol autofocus back-button ini sangat berguna ketika memotret subyek yang bergerak, seperti burung yang sedang terbang. Tipsnya adalah gunakan mode continuous fokus, atur titik fokus di bagian tengah, dan tekan back-button autofocus. Sekarang Sobat tidak perlu lagi khawatir ketika menekan tombol shutter ketika subyek tersebut bergerak.

Bagaimana mengaktifkan fitur back-button autofocus? Fitur ini bisa beragam di setiap merk kamera, jadi cobalah untuk membuka kembali buku manual kalian, atau jika tidak, carilah tombol di sekitaran bagian belakang kamera kalian.

Selamat Mencoba :)
Sabtu, 27 April 2013

Mengenal Candlelight Photography

Teknik Fotografi - Nah.. artikel kali ini bisa jadi konsep foto pre-wedding loh, kenapa? candlelight photography atau fotografi dengan sumber cahaya lilin bisa memperkuat kesan romantis. Hmm jadi inget masa-masa pacaran saat candlelight dinner bukan? Apakah sobat pernah mencoba melakukan candlelight photography ini? Hasilnya bisa jadi menakjubkan loh, mengingat cahaya lilin terkesan hangat dan keemasan belum lagi cahaya lilin selalu berkedip menimpa wajah subyek foto atau model.

We three...

 

Setiap bidang fotografi selalu memiliki tantangan termasuk pada foto bersumber cahaya lilin ini. Bisa dipastikan Sobat akan menjumpai kondisi rendah cahaya dan itu adalah hal pertama yang harus kalian hadapi. Berikut ini adalah beberapa tips ketika melakukan candlelight photography:

1. Matikan Flash.

Jika sobat ingin mendapatkan cahaya alami lilin maka matikan flash kalian. Cobalah menggunakan flash, dan Sobat tentu tidak akan mendapatkan cahaya hangat bewarna keemasan yang berasal dari lilin.

2. Gunakan Tripod

Sama seperti pada pemotretan rendah cahaya yang lain, gunakan tripod untuk mendapatkan gambar yang tajam. Shutter speed rendah rentan sekali dengan camera shake atau goncangan kamera. Pastikan kamera kalian tetap diam pada saat pemotretan dengan menggunakan tripod, dan pertimbangkan juga menggunakan shutter release untuk mengurangi guncangan saat Sobat menekan tombol shutter.

3. Tambahkan lilin.

Seperti yang telah kami jelaskan diatas, bahwa tantangan paling besar pada canlelight photography adalah kurangnya cahaya pada saat pemotretan. Memperbanyak lilin tentu saja bisa memperkuat cahaya, dan tentunya juga akan memberikan kalian keleluasaan dalam mengatur shutter speed,ISO dan aperture.

4. Perlebar jarak lilin.

Menggunakan satu lilin atau memposisikan lilin berdekatan di satu posisi akan menimbulkan cahaya yang membuat bayangan menjadi kuat di wajah subyek. Bayangan tersebut bisa saja apa yang kalian cari, tetapi idealnya cahaya yang menyebar rata akan membentuk bayangan yang lebih lembut.

5. Reflektor Alami

Manfaatkan taplak meja atau serbet yang bewarna putih, benda-benda tersebut bisa menjadi reflektor alami untuk menambah cahaya pada subyek foto kalian. Jika tidak percaya cobalah memotret dengan dan tanpa taplak meja yang bewarna putih, tentu foto dengan taplak meja putih akan terexpose lebih bagus dibandingkan satunya. Taplak meja tersebut memantulkan cahaya lilin ke arah wajah subyek foto. Hal ini juga berlaku pada dinding atau atap. Tentu efek nya tidak sebesar yang kita harapkan, tetapi pada kondisi rendah cahaya itu semua akan membantu kalian mendapatkan foto yang lebih baik.

6. Lensa Cepat

Jika Sobat memotret menggunakan kamera DSLR dan memiliki beberapa pilihan lensa, maka pilihlah lensa tercepat yang kalian miliki. Kenapa lensa cepat? karena lensa ini memfasilitasi kalian dengan aperture yang lebih lebar dan itu berarti akan lebih banyak cahaya yang masuk ke kamera. Sobat bisa menggunakan lensa 50mm (f/1.8 atau f1/4). Perhatikan juga bahwa dengan menggunakan aperture lebar akan menghasilkan depth of field atau ruang tajam yang sempit, dan makin sedikit area foto yang akan terfokus. 

7. Zoom dan Aperture

Jika Sobat menggunakan lensa zoom maka perhatikan bahwa semakin pendek focal length maka semakin besar pula aperture maksimal yang bisa digunakan. contoh jika kalian menggunakan lensa kit 18-55mm maka jika kalian menggunakan FL 18mm maka aperture maksimal yang bisa digunakan pun akan semakin lebar f/3.5. Jadi mendekatlah ke subyek pada saat memotret dengan menggunakan focal length pendek (lebar) untuk mendapatkan aperture maksimal yang lebih lebar. 

8. Konteks dan background

cobalah untuk tetap sesimple mungkin, jika memungkinkan tempatkan subyek didepan background bewarna putih. hindari benda-benda atau obyek yang bisa menjadi pemecah perhatian penikmat foto kalian.

9. Shutter Speed

Satu cara untuk mendapatkan banyak cahaya yang masuk ke dalam kamera adalah dengan menggunakan shutter speed lambat. Ingat bahwa dengan mengurangi kecepatan shutter maka akan meningkatkan potensi terekamnya gerakan pada foto (baik itu gerakan subyek, atau api lilin). Jika subyek pemotretan terlihat diam termasuk api lilin, cobalah menggunakan kecepatan 1/15.

10. Pengaturan ISO 

Cara lain ketika menghadapi kondisi rendah cahaya adalah dengan menaikkan atau meninggikan pengaturan ISO di kamera. Tentu ada konsekuensi ketika kalian merubah pengaturan ISo ini, yaitu timbulnya noise atau grain pada foto kalian. Jika Sobat tidak menghendaki adanya ISO, cobalah tetap menggunakan ISo dibawah 400, lebih dari itu maka kalian akan menemui noise, terutama jika kalian mencetak foto tersebut dengan ukuran besar.

11. Exposure

Jika Sobat menyertakan lilin di dalam frame, kamera kalian akan menghasilkan foto yang underexposed karena kamera melihat adanya sebuah spot yang terang. Sobat tentu mungkin akan mencoba menaikkan satu atau dua stop dari apa yang direkomendasikan oleh kamera. Ingat jangan menaikkan stop terlalu banyak, kalian akan berakhir dengan spot yang terlalu terang dalam foto kalian.

12. White Balance

Lakukan sedikit eksperimen dengan pengaturan white balance ketika melakukan candlelight photography. Lilin menyebarkan cahaya yang bewarna hangat. Pengaturan WB secara otomatis atau "AUTO" kemungkinan tidak akan memberikan warna hangat yang kalian cari. Cobalah beberapa pengaturan white balance seperti indoor dan tunsten. Jangan lupa untuk menggunakan format RAW agar kalian lebih leluasa mengatur white balance saat post processing.

13. Komposisi

Dari segi komposisi ada 2 hal yang bisa dilakukan, Sobat bisa menyertakan lilin dalam frame atau membiarkannya diluar frame. Kedua komposisi tersebut sama-sama mampu menghasilkan foto yang bagus, bereksperimenlah! Jika kalian memutuskan untuk menyertakan lilin pada frame tentu akan mempengaruhi pengaturan kamera (seperti yang telah dibahas di bagian exposure), tetapi juga akan menciptakan point of interest yang kuat, dan menuntun mata penikmat foto ke lilin-lilin tersebut, tetapi ingat juga jangan sampai lilin malah memecah perhatian dari subyek utama kalian.

14. Sumber cahaya lain

Terkadang lilin tidak mampu untuk menghasilkan cahaya yang cukup pada saat pemotretan, jika kalian merasa ini terjadi, maka pertimbangkan untuk menambah sumber cahaya lain seperti lampu yang memiliki karakter cahaya hangat/keemasan.

15. Gunakan flash yang dilengkapi dengan Colored Gel.

Poin nomor satu memang kami merekomendasikan untuk mematikan flash untuk mendapatkan natural light lilin. Tetapi bisa menjadi perkecualian jika kalian memiliki perangkat fotografi sederhana seperti colored gel. perangkat fotografi sederhana ini bisa merubah warna flash menjadi lebih hangat atau keemasan. Jangan menggunakan cahaya flash terlalu kuat, lakukan beberapa uji coba agar kalian masih bisa mendapatkan warna-warna natural dari lilin.

Foto Kurang Tajam? Tidak Lagi Deh!!

Tips Fotografi - Salah satu elemen terpenting dalam fotografi adalah bagaimana mendapatkan foto atau gambar yang tajam dan jelas. Masalah yang paling sering dihadapi oleh fotografer pemula adalah perihal fokus, mungkin karena masih baru dan belum menguasai fotografi digital menggunakan DSLR sepenuhnya. Diantara sobat Infotografi pasti pernah merasa kesal ketika memotret anda sudah membayangkan mendapatkan foto yang tajam, tetapi ketika melihat kembali foto-foto tersebut di komputer dengan layar yang lebih lebar ternyata foto-foto tersebut kurang tajam atau tidak sefokus yang Sobat harapkan.

Sharp turquoise


Ada beberapa hal yang bisa Sobat lakukan untuk meningkatkan presentase mendapatkan foto yang tajam. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mendapatkannya:

1. Pilih fokus point secara manual

Kamera DSLR, mirrorless, tipe sensor 4/3 telah memiliki fitur pemilihan titik fokus secara manual. Coba sobat lihat melalui viewfinder atau jendela bidik kamera, kalian akan menemui beberapa titik atau persegi kecil yang berkedip ketika bekerja, itu adalah zona atau titik fokus yang bisa kalian pilih. Pastikan titik fokus tidak secara otomatis dioperasikan oleh kamera, dengan begitu kalian bisa memilih titik mana yang akan menjadi target fokus. Kenapa bukan kamera yang melakukannya secara otomatis? toh akan mempermudah kerja kita! Terkadang kamera memilih titik fokus yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Kamera terkadang memilih subyek yang terdekat, dan ini akan mengacaukan semuanya ketika Sobat memiliki subyek yang terletak dibelakang sebuah benda di foreground. Tiap model atau merk kamera biasanya memiliki perbedaan dalam mengatur cara kerja fokus. Cobalah membaca kembali buku manual kamera kalian.

2. Pilih mode fokus yang tepat

Kamera kebanyakan memiliki beberapa tipe mode fokus. Pada kamera Canon Sobat akan menemui mode Single (One Shot), AI (Artificial Inteligence), dan AI Servo. Pada kamera Nikon mode-mode fokus antara lain: AF-S, AF-C dan AF-A. Pilih salah satu yang paling pas untuk subyek yang kalian potret.

Single (AF-S) berarti bahwa kamera akan memfokuskan dan mengunci di satu obyek dan tidak akan melakukan fokus ulang sampai Sobat selesai menekan tombol shutter. AI Servo (AF-C) digunakan untuk continuous focus atau fokus berkelanjutan biasanya tepat digunakan untuk subyek yang bergerak. Pada mode ini ketika kalian menekan tombol shutter setengah, kamera akan selalu memfokuskan pada subyek yang bergerak tersebut, kamera tidak akan mengunci fokus sampai Sobat menekan tombol shutter secara penuh. AI (AF-C) berarti kamera akan memilih secara otomatis diantara Dua mode yang telah disebutkan tadi.

3. Atur minimum Shutter Speed

Banyak sekali perdebatan tentang berapa batas minimal shutter speed agar tangan kita masih mampu untuk menghandle-nya. Beberapa fotografer menyarankan agar menggunakan tidak lebih lambat dari 1/60 detik, di beberapa artikel yang lalu kami selalu menyarankan agar sobat menggunakan shutter speed minimal (1 / panjang focal length). Jika Sobat menggunakan focal length 200mm, maka batas minimal agar foto bebas blur adalah menggunakan shutter speed 1/200 detik, kecepatan shutter tersebut akan mengeliminasi blur yang diakibatkan baik dari camera shake. Semakin panjang focal length tentu akan semakin besar pula potensi terjadinya camera shake. perlu diingat bahwa jika Sobat memotret dengan kamera APS-C maka 200mm berarti seperti 350mm, jadi kalian perlu shutter speed minimal 1/400 detik. Sobat bisa bernafas sedikit lega jika memiliki lensa yang dilengkapi dengan fitur image stabilization, kalian bisa lebih leluasa mengatur shutter speed sebanyak 1 atau 2 stop, itupun masih tergantung dari tingkat kemampuan stabilitas tangan kalian. Perhatikan juga bagaimana posisi tangan kalian ketika memegang kamera saat memotret.

4. Gunakan Tripod dan Shutter Release / Trigger

Tripod berarti Tiga kaki dan tiga selalu lebih baik dari 2 bukan? Tripod bisa menjadi sahabat para fotografer untuk mendapatkan gambar yang tajam. Sobat pasti sudah tahu apa itu tripod, dan bahkan setiap fotografer pasti memiliki setidaknya satu buah tripod untuk membantu aktifitas fotografi mereka. Menempatkan kamera pada tripod saat memotret, serta penggunaan yang tepat bisa sangat membantu dalam mendapatkan foto yang tajam. Carilah tripod yang memiliki meterial kokoh dan yang pasti mampu untuk menopang bobot dari kamera kalian. Jangan sampai Sobat mengalami kejadian terburuk yang bisa terjadi dengan jatuhnya tripod beserta kamera kalian hanya gara-gara tripod kurang kuat, jadi tidak ada salahnya berinvestasi ke tripod yang relatif mahal. Tripod yang terbuat dari karbon fiber bisa menjadi pilihan yang bagus, tentu kalian harus menyediakan anggaran yang sedikit ekstra.

Trigger dan shutter release bisa menjadi tambahan yang bagus untuk dikombinasikan dengan tripod. Perangkat fotografi ini memungkinkan kita untuk memotret tanpa menyentuh kamera atau tombol shutter, tentu hal ini akan mengurangi potensi guncangan yang terjadi ketika kita menekan tombol shutter. Satu hal yang perlu diingat adalah matikan fitur Image Stabilization (IS) atau Vibration Reduction (Vr) jika sobat tengah menggunakan tripod. Kenapa? karena IS/VR bekerja menggunakan motor kecil di dalam lensa dan bergetar untuk mengkompensasi getaran kamera. Sobat tentu tidak ingin adanya getaran walau sekecil apapun ketika menggunakan Tripod.

Persiapkan Diri Sebelum Memotret Pernikahan

Tips Fotografi - Diantara sobat infotografi pasti banyak yang sering memotret atau mendokumentasikan acara pernikahan, yang jadi pembahasan kali ini adalah apa sih yang sobat siapkan pada malam sebelum acara sakral tersebut? tentu berkaitan dengan perangkat fotografi yang akan digunakan besoknya :) Jangan sampai aktifitas memotret tersebut kacau balau dan kalian kehilangan banyak momen berharga hanya karena Sobat kurang mempersiapkan diri. Berikut adalah beberapa hal yang setidaknya perlu untuk dipersiapkan bagi fotografer sebelum memotret acara pernikahan.
ring / yüzük
1. Hubungi pasangan pernikahan atau pengantin perempuan dan konfirmasikan semua detail yang telah dibahas ketika mendiskusikan foto seperti apa yang mereka inginkan, dan tentu item-item tersebut harus dicatat sedetail mungkin. Konfirmasikan kembali kapan dan dimana kalian akan bertemu, tapi ingat! jangan bertanya terlalu banyak pada mereka, karena tentu saja mereka dalam kondisi sibuk mempersiapkan segalanya.

2. Periksa kembali daftar atau check list kalian dan pastikan semua telah dipersiapkan. Pasangan pengantin beserta keluarganya tentu tidak akan menunggu jika kalian masih berlari-lari ke toserba terdekat hanya untuk membeli baterai AAA. Ada beberapa hal yang fotografer biasa lupakan:
  • Kontrak pemotretan yang telah ditanda-tangani. sewaktu-waktu kalian membutuhkannya loh.. :)
  • Cemilan dan air minum.
  • Kamera cadangan, jika tidak punya cobalah meminjam teman keluarga atau menyewanya.
3. Charge atau isi ulang baterai dan kemas juga charger tersebut. Tidak ada yang lebih baik dibandingkan "sedia payung sebelum hujan". Isi ulang semua baterai termasuk flash walaupun masih ada isinya atau tidak. lebih baik untuk tidak bongkar-bongkar tas sementar pengantin sudah mulai acara sakralnya bukan?

4. Coba bayangkan apa yang akan anda lalui saat pemotretan esok hari, termasuk bagaimana melakukan pendekatan pada orang-orang yang berwenang di gedung atau tempat pernikahan. Apa yang bisa dan tidak boleh dilakukan saat memotret di tempat tersebut, terkadang tempat peribadatan memiliki kebijakan serta aturan tersendiri. Bayangkan juga bagaimana meng-handle anggota keluarga yang menolak untuk difoto, tentu itu bisa mengacaukan agenda foto kalian bukan? Apa yang harus Sobat katakan? Apa yang kalian rasakan, memang sih terdengar sepele. tapi ini sering terjadi.

5. Lihat perkiraan cuaca esok hari. Negara kita saat ini memiliki cuaca yang terkadang tidak menentu. Cobalah merencanakan untuk mengantisipasi bagaimana Sobat menangani cuaca yang tidak diinginkan dan berpotensi mengacaukan pemotretan.

6. Rencanakan juga pakaian yang akan Sobat pakai. Hitam adalah warna yang cukup aman. Terkesan profesional dan bersahaja. Jangan memakai sepatu yang bisa mengeluarkan bunyi berdecit ketika berjalan di atas lanta. Bagi fotografer wanita jangan memakai gaun kecuali kalian memakai legging, Sobat tentu tidak ingin kebingungan ketika memotret dengan posisi jongkon bukan?

7. Carilah insipirasi! Taruhlah beberapa foto pernikahan favorit kalian di handphone! itu bisa menjadi contekan ketika kalian lupa atau kehilangan ide-ide memotret.

So.. persiapkan diri kalian dan buatlah foto-foto yang selalu dikenang oleh pasangan penganti seumur hidupnya..

Ternyata T-shirt Putih Bisa Jadi Reflektor Loh!

Tips Fotografi - Beberapa hari yang lalu Kami sempat sharing dengan salah satu sobat InFotografi tentang penggunaan reflektor untuk pencahayaan subyek pada foto portrait. Ada beberapa macam ukuran serta warna reflektor yang beredar di pasaran dan tentu penggunaannya tergantung dari kebutuhan, dan kebanyakan semuanya sudah didesain sesimple mungkin untuk keperluan mobilitas. 

white tshirt


Ada satu cerita yang menarik ketika Sobat tersebut tidak membawa reflektor saat foto portrait, dan dia merasa membutuhkan reflektor untuk mengisi cahaya pada bagian wajah yang tertutup oleh bayangan. Dia menggunakan Kaos atau T-shirt bewarna putih yang dipakainya sebagai reflektor.

Kuncinya adalah posisi badan dengan kaos putih harus cukup dekat dengan subyek portrait dan tentu dengan matahari yang bersinar terang ke arah kalian sehingga cahaya bisa terpantul kembali ke arah subyek foto.

Mungkin terdengar sedikit aneh, tetapi percayalah hal ini bisa dilakukan, dan kabar baiknya Sobat tidak perlu repot-repot mensetting / membawa reflektor yang terkadang membuat subyek tidak merasa nyaman saat pemotretan.

Trik ini juga berlaku pada saat memotret menggunakan flash. Arahkan flash pada badan asisten kalian agar cahayanya terpantul ke subyek foto. Pantulan cahaya dari kaor bewarna putih akan tetap menghasilkan warna yang natural, dibandingkan dengan memantulkan cahaya pada permukaan yang bewarna. Jadi, siapa yang tahu bahwa T-shirt warna putih bisa berperan sebagai reflektor :)

Masalah Saat Foto Siluet? Coba Spot Metering

Teknik Fotografi - wah rasanya sudah lama tidak menulis tips serta artikel fotografi di blog ini.. moga-moga sobat masih berkenan membacanya :) Barangkali Sobat pernah merasa frustasi ketika memotret sebuah subyek yang tersembunyi di balik bayangan atau hasil foto selalu overexposure. Padalah Sobat sudah memeriksa metering kamera sudah menunjukkan di angka 0. dalam kebingungan tersebut, Sobat pasti mencoba memotret ulang tetapi hasilnya tetap saja sama, exposurenya tidak tepat. Untuk mengatasi masalah tersebut cobalah untuk menggunakan metering Spot.
Family is a heaven in a heartless world

Teknik fotografi ini sering kali terlupakan oleh kebanyakan fotografer pemula. Fitur kamera yang satu ini memberikan keleluasaan bagi fotogarer untuk mengontrol secara presisi porsi yang mana dari frame yang harus diukur untuk mendapatan exposure yang pas.
Secara default kebanyakan kamera DSLR menggunakan metering matrix. matrix merupakan sebuah pemrosesan mutakhir yang membaca intensitas cahaya dari beberapa titik didalam sebuah adegan, lalu kemudian sistem metering ini akan memutuskan apa yang harus "disajikan" untuk hasil dengan exposure yang tepat. Masalah yang timbul ketika menggunakan matrix adalah jika frame kalian mengandung banyak intensitas cahaya yang berbeda atau jika Sobat mencari efek tersendiri dalam sebuah foto.
Sebagai contoh, jika Sobat ingin memotret sebuah siluet pada saat matahari tenggelam, metering matrix akan menghasilkan foto yang overexposure dibagian background akibat kompensasi dari subyek yang ada di foreground. Masih belum mengerti dimana mengatur spot metering? yuk kita baca lagi buku manual, yang mungkin berdebu di dalam kardus kamera kalian. :) tidak sulit kok hanya memerlukan beberapa langkah.

Selamat Mencoba.. :)
Minggu, 03 Maret 2013

Vivian Maier - The Nanny Photographer


Fotografer Dunia - Vivian Maier dikenal oleh dunia fotografi sebagai "The Nanny Photographer". Beliau lahir pada awal februari 1926, dan meninggal dunia pada 21 April 2009. Vivian Maier bisa dikatakan seorang Street Photographer amateri di negara amerika yang terlahir di New York dan besar di Prancis. Dia bekerja sebagai seorang "Nanny" di Chicago, setelah kembali ke US. Pada tahun-tahun tersebut beliau sudah memotret sebanyak 100.000 foto, dan kebanyakan adalah foto orang/manusia serta cityscapes di Kota Chicago.

Vivian Maier (photographer)


Foto-foto Vivian Maier tidak pernah diketahui oleh orang lain, dan kebanyakan masih berupa negatif. John Maloof adalah seorang yang menemukan foto-foto beliau di tahun 2007. John perlu diketahui adalah seorang sejarahwan serta kolektor. Sayangnya hasil pekerjaan Vivian Maier mulai menerima kritik serta pujian setelah kematiannya. Foto-foto Vivian Maier telah dipamerkan di banyak penjuru dunia baik melalui surat kabar dan majalah di AS, Inggris, Jerman, Itali, Perancis, dan negara-negara lain. Buku fotografi pun tidak mau kalah, pada tahun 2011 diterbikan buku yang berjudul Vivian Maier: Street Photographer.
Sumber: wikipedia

Semoga karya serta riwayat hidup Vivian Maier bisa memberi inspirasi bagi kita semua. Beberapa Foto Vivian Maier:

Drunk man - by Vivian Maier

Kids - by Vivian Maier

Black woman - by Vivian Maier


Vivian Maier on mirror
Selasa, 26 Februari 2013

Aperture dan Ketajaman Lensa

Teknik Fotografi - Fotografer pemula sering kali terkejut ketika menyadari bahwa lensa mahal yang baru mereka beli terasa tidak tajam di setiap pengaturan aperture. Jika sobat bertanya pada fotografer yang lebih berpengalaman dalam artian profesional, mereka akan menginformasikan bahwa ada perbedaan dalam hal ketajaman gambar di setiap aperture yang kita gunakan. Setiap lensa memiliki aperture optimal dimana dia akan bekerja dengan optimal, dengan kata lain kita menyebutnya dengan hasil yang tajam.

aperture priority


Aperture yang menghasilkan foto paling tajam atau biasa disebut dengan "Sweet Spot" sangat beragam dari lensa ke lensa, tetapi sebagai patokan, kebanyakan lensa memiliki "Sweet spot" ketika mereka diturunkan antara 2 atau 3 stop dari aperture maksimum. Sebagai contoh pada lensa yang memiliki aperture maksimum f/2.8 memiliki "sweet spot" di aperture f/8.0.

Lalu bagaimana Kita mengetahui "Sweet Spot" dari Lensa?

Sebenarnya ada satu cara yang sederhana dan menyenangkan untuk menguji lensa-lensa tersebut. Sobat hanya membutuhkan sebuah tripod dan koran. Untuk melakukan test atau pengujian ini yang harus kalian lakukan adalah dengan menempelkan selembar koran di tembok, dan pastikan mendapat cahaya yang cukup. Kedua, pasang kamera kalian di sebuah tripod, lihatlah pada waterpas di tripod untuk memastikan bahwa kamera dan dinding benar-benar sejajar. Ambillah serangkaian foto dengan exposure paling lebar hingga paling sempit dengan menurunkan satu stop tiap jepretan/frame (jangan lupa untuk melakukan perubahan pada shutter speed agar mendapatkan exposure yang pas serta konsisten.) Teruslah memotret sampai kalian telah mendapatkan satu exposure (foto) untuk setiap aperture.

Sobat kemudian bisa mendownload atau mentransfer foto-foto tersebut ke Personal Computer (PC), dan buka semua foto tersebut lalu bandingkan! Bandingkan hasil foto menggunakan metadata atau yang sering disebut dengan EXIF, untuk melihat berapa pengaturan aperture yang digunakan. Sobat jangan terkejut ketika melihat hasil perbandingannya, sering kali hasil ketajamannya berbeda di setiap aperture.

Selamat bereksperimen!

Antara Filter Lensa Dan Ketajaman Foto

Teknik Fotografi - Ketika sobat pertama kali membeli kamera dslr, mungkin akan bertanya-tanya. Perlukah saya membeli filter lensa? Apakah memiliki dampak pada hasil foto? ataukah malah akan mengurangi kualitas foto yang saya hasilkan? Memang banyak sekali merk-merk filter yang beredar di pasaran, dan yang pasti harganya juga beragam, dari yang relatif murah hingga sangat mahal. Kami masih ingat ada beberapa pendapat yang beredar dikalangan fotografer, bahwa dengan menambahkan satu elemen di depan kaca lensa maka berarti juga akan mempengaruhi kualitas foto yang kita hasilkan. Lalu bagaimana dengan filter

Filters & Lenses

 

Apakah dengan menggunakan filter lensa akan mengurangi ketajaman foto?

Menjawab pertanyaan diatas akan sangat tergantung pada kualitas filter serta jenis material filter itu sendiri. Kualitas terbaik filter biasanya dibuat dari kaca optik murni, dan harganya bisa beragam dari kategori mahal sampai sangat mahal. Beberapa manufaktur atau produsen ada yang memproduksi filter resin berkualitas tinggi dengan material hampir murni menyerupai kaca. Ada juga filter murah yang terbuat dari plastik beredar dipasaran, tetapi kami tidak merekomendasikan filter beharga murah tersebut.

Filter optik berkualitas bagus yang terbuat dari kaca murni atau resin tidak akan mengurangi ketajaman serta kontras dari foto, tetapi dengan syarat Sobat harus tetap menjaga filter tersebut bersih ketika digukan, bersih dari debu, ataupun bekas sidik jari. Yang harus diperhatikan adalah, ketika Sobat menambahkan elemen di depan lensa, maka akan meningkatkan potensi terjadinya flare dan pantulan cahaya atau yang sering disebut dengan "ghosting" (pantulan tersebut biasanya terjadi antara elemen bagian depan lensa dan bagian belakang dari filter). Ghosting bisa terjadi lebih parah lagi jika Sobat menggunakan lebih dari satu filter disaat bersamaan, contoh: menggunakan filter Polarize didepan filter UV.

Memberikan Ruang Kosong Pada Subyek Gerak - Komposisi

Komposisi Fotografi - Beberapa waktu lalu InFotografi memberikan tips bagaimana kita melakukan komposisi fotografi dengan memberikan "ruang kosong" dalam frame pada foto subyek yang sedang bergerak, atau yang sering disebut dengan "Active Space". Hal ini dilakukan untuk memberikan keseimbangan dalam foto dan memberikan jawaban kepada penikmat foto atas pertanyaan "dimana subyek akan pergi atau bergerak?"

Red Bull Air Race

Bagaimanapun aturan dibuat untuk dilanggar dan setiap aturan memiliki celah dimana kita bisa melanggarnya dengan hasil yang lebih bagus ataupun efektif.

1. Subyek yang bergerak dan meninggalkan "sesuatu"

Saat yang paling ideal untuk melanggar serta mematahkan aturan diatas adalah ketika subyek bergerak dan meninggalkan sesuatu atau jejak. Beberapa subyek yang bergerak meninggalkan jejak dibelakang mereka yang bisa dijadikan focal point yang layak untuk dimasukkan ke dalam frame foto kita. Sebagai contoh: air yang terbelah dibelakang peselancar air, asap pesawat terbang atau jet yang membelah langit biru, asap atau debu dari mobil rally, dan lain-lain.
Superman
Air Show

2. Menggambarkan kecepatan

Sobat mungkin bisa juga melanggar aturan tersebut ketika ingin menggambarkan atau menonjolkan sisi kecepatan subyek, dengan menempatkan subyek tersebut ditepian frame. Dengan cara ini Sobat bisa menggambarkan pada penikmat foto bahwa subyek bergerak cepat sehingga susah untuk mengejarnya. 
Running through strings

3. Menunjukkan perjalanan

Alasan terakhir ini dirasa juga tepat untuk melanggar aturan, yaitu ketika Sobat ingin memvisualisasikan sebuah perjalanan dimana subyek sudah berada di tujuannya dan bukannya kemana mereka akan pergi.

Journey...

Mengenal Natural Light Untuk Foto Portrait

Belajar Fotografi - Apakah Sobat berhenti memotret foto portrait karena alasan belum memiliki perangkat lighting studio yang tepat? Jangan berhenti karena alasan itu! Sobat bisa memperoleh foto portrait yang bagus dengan hanya menggunakan natural light. Fotografi adalah tentang cahaya. Belajar bagaimana melihat cahaya merupakan hal yang diperlukan guna mengasah mata fotografi kalian. Mampu untuk mengetahui intensitas, warna serta arah cahaya bisa sangat membantu kalian bagaimana memposisikan subyek serta pengaturan kamera apa yang akan dipergunakan.
Janelle Jalila Issis / Janelle Issis /  Natural_light_portrait_photography - IMG_0909-1000

 

Intensitas cahaya

Cahaya langsung yang kuat bisa terasa sangat keras, Sobat bisa menemukan karakter cahaya ini pada hari-hari yang cerah. Cahaya yang keras memperjelas kontras antara cahaya dan bayangan dan bisa terlihat sangat tidak menarik. Sobat akan mendapati subyek yang memiliki bayangan gelap disekitar kantung mata ketika memotret dibawah cahaya matahari yang keras, dan hal ini bisa menyebabkan wajah subyek terlihat lelah

Kontras akan menjadi rendah dan cahaya terlihat lebih menarik ketika memotret dengan cahaya yang kurang intens dan menyebar. Ada beberapa caya yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi intensitas serta menyebarkan cahaya ketika matahari bersinar terlalu terang diatas kepala:

Carilah semacam cover atau penutup. Teduhan bisa menjadi difusser yang bagus. Cobalah memotret subye dibawah naungan atau teduhan beranda, teras rumah, atau dibawah bayangan pohon yang besar. ketika memotret ditempat teduh Pastikan subyek ternaungi secara merata, jika ada sedikit saja cahaya matahari yang menembus dan menyinari wajah maka tentu akan mengurangi tampilan foto.

Tidak menemukan tempat teduh? Sobat bisa menggunakan kain transparan yang lebar. Tempatkan kain transparan tersebut diantara subyek dan sumber cahaya. Langit yang berawan bagus membentuk natural light yang bagus untuk fotografi portrait, karena awan yang menutupi cahaya matahari bisa berperan sebagai diffuser. Sobat pada hari yang berawan/mendung mungkin akan perlu untuk menggunakan teknik fill flash agar detail wajah pada subyek masih bisa menonjol dalam foto.

Jika Sobat memotret di dalam ruangan dan menggunakan cahaya matahari yang melewati jendela sebagai sumber cahaya, maka tempatkan subyek sedikit menjauh dari jendela untuk mengurangi intensitas cahaya. Sobat juga bisa menggunakan tirai jendela atau kain transparan diantara subyek dan jendela sebagai difusser.

 

Warna Cahaya

Beberapa cahaya bisa dikatakan "dingin" dan memiliki warna kebiru-biruan, dan beberapa cahaya hangat serta memiliki warna emas. Mata kita secara alami bisa beradaptasi dengan perubahan warna tersebut agar warna terlihat sama ketika dalam kondisi beragam pencahayaan, tetapi tidak pada kamera, oleh karena itu pengaturan white balance dirasa sangat penting. Ketika bekerja dengan natural light atau cahaya alami Sobat bisa menggunakan pengaturan white balance sesuai dengan jenis pencahayaan yang ada seperti sunny, shade atau cloudy, dan lain-lain.

Pengaturan white balance ini mungkin tidak selalu memberikan hasil warna foto yang benar. Warna obyek yang manjadi media pantulan cahaya juga akan mempengaruhi warna cahaya. Jika warna foto tidak benar bisa menyebabkan warna kulit subyek terlihat seperti sakit. Pengaturan white balance terbaik pada kamera adalah custom white balance. Selalu simpan grey card di tas kamera kalian, sehingga Sobat bisa mengatur custom white balance kapan saja saat memotret.

 

Arah Cahaya

Mengetahui dari mana arah cahaya akan membantu kalian dalam memposisikan subyek guna mendapatkan foto terbaik. Mungkin banyak asumsi bahwa posisi terbaik adalah menempatkan subyek menghadap langsung cahaya matahari yang terang agar bagian wajah bisa diterangi, tapi ini bukanlah pilihan yang selalu baik. Subyek yang menghadap matahari secara langsung matanya akan cenderung akan menyipit karena silau. Hal ini juga akan menyebabkan bayangan disekitar kantung mata yang menyebabkan wajah subyek tampak lelah.

Coba potretlah subyek yang diposisikan membelakangi sumber cahaya. Backlight akan menghasilkan higlight yang bagus disekitar rambut, gunakan reflektor atau fill flash untuk mengisi bayangan dan mengangkat detail dibagian wajah. Pilihan posisi bagus lainnya adalah menempatkan subyek disisi atau sedikit dibelakang mereka.

Tips Memotret Di Bawah Sinar Matahari Terang

Tips Fotografi - Sobat sedang memotret model bersama teman-teman di siang hari atau dibawah sinar matahari yang terang?. Beberapa dari sobat sekalian mungkin akan menganggap bahwa dengan banyak atau terangnya cahaya berarti akan menghasilkan foto yang hebat bukan?
A natural light portrait - outdoor portrait - Shima - IMGX0130

Hal yang terjadi bisa saja kebalikan! Terlalu banyak atau kuat cahaya tidak selalu berarti menghasilkan foto hebat. Bahkan ketika Sobat memotret portrait di bawah cahaya terang akan menghadapi beberapa masalah yang nyata.
Memotret di siang atau tengah hari maka berarti cahaya matahari datang langsung dari atas, dan ini akan membuat subyek berpotensi memiliki bayangan yang kuat di beberapa bagian wajah. Belum cukup disini, jika Sobat memotret seseorang dibawah sinar matahari yang kuat akan susah untuk terlihat natural, Subyek atau model foto kalian akan sering menyipitkan mata hanya karena silau terkena sinar matahari.
Jadi apa yang harus dilakukan?
Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan ketika mengambil foto portrait dibawah sinar matahari terang. Kami berusaha mengulasnya sesederhana mungkin agar mudah diaplikasikan di outdoor dan tidak perlu mengusung perangkat studio outdoor bersama dengan kalian.

1. Fill Flash

Sobat mungkin akan berpikir: Terasa aneh ketika menyalakan flash disiang hari, tetapi inilah salah satu waktu yang tepat untuk mempergunakan flash. Bayangan gelap yang ada di wajah subyek foto (biasanya ada di bagian bawah mata) ketika memotret disiang hari bisa dihilangkan dengan hanya menambahkan sedikit cahaya dari flash built ini kalian.
Kamera DSLR sekarang ini sudah banyak yang memilik fitur untuk mengontrol intensitas cahaya yang dikeluarkan oleh flash built-in, biasanya disebut dengan flash compensation. Sobat bisa menambah atau mengurangi setelah melakukan beberapa percobaaan jepretan sampai kalian mendapatkan hasil yang terasa natural.
Kabar baiknya dalam menggunakan flash atau fill flash adalah background sering kali berdampak background akan menjadi sedikit gelap. Hal ini bisa memberikan kesan Model sebagai Point of Interest menjadi semakin menonjol dibandingkan Background. Fill flash juga akan menciptakan kilau kecil dibagian mata subyek kalian.
Terkadang dengan menggunakan fill flash bisa memberikan kesempatan kita untuk memotret dengan posisi subyek/model membelakangi cahaya. Hal ini berarti wajah mereka tidak menghadap langsung cahaya matahari, tetapi subyek akan mendapatkan cahaya yang mengenai sekitaran rambut dan bahu, dan itu akan memberikan dampak yang bagus.

2. Memotret di teduhan/naungan

Cara mudah yang lain untuk menghilangkan bayangan yang tercipta di bagian wajah subyek adalah dengan memindahkan subyek (dan fotografer) ke bawah naungan bayangan besar dan memotret mereka di dalam naungan bayangan tersebut. Kuncinya adalah mencari tempat yang tidak gelap tetapi tetap memiliki cahaya yang terfilter yang bisa masuk. Hindari cahaya "belang-belang" dibawah pohon atau jika tidak maka Sobat kemungkinan besar akan mendapati separuh wajah terkena cahaya langsung sedangkan bagian lain terkover naungan dengan baik.
Jika sobat ingin membuat foto portrait dengan framing ketat di bagian wajah mungkin bisa menyiasati dengan bantuan seseorang yang memegang payung atau obyek lain sebagai naungan dibagian wajah tentu jangan sampai rekan kita itu masuk kedalam frame foto kita.

3. Gunakan Reflektor

Tips kali nomor Tiga ini tidak berarti Sobat harus selalu menyiapkan reflektor di dekat kalian, walaupun ada fotografer yang selalu membawa reflektor portable kecil di dalam tas kamera mereka. Jika Sobat tidak ingin repot membawa reflektor, kalian masih bisa menggunakan prinsip dasar bagaimana memantulkan sedikit cahaya ke arah wajah subyek guna membantu menerangi bagian wajah yang terkena bayangan.
Prinsipnya adalah setiap permukaan yang bewarna putih (atau terang) bisa berperan sebagai reflektor cahaya, dan jika diposisikan pada sudut yang tepat maka kalian bisa memanfaatkannya untuk memberi subyek/model sedikit cahaya ekstra.
Sobat bisa memposisikan subyek kalian dekat dinding putih atau memposisikan benda dengan permukaan putih disekeliling subyek untuk memantulkan cahaya ke area wajah. Beberapa fotografer lebih memilih menggunakan aluminium foil atau bahan styrofoam lebar sebagai reflektor.

Memotret Menggunakan Lensa Fixed 50mm F/1.8

Belajar Fotografi - Artikel infotografi kali ini ditujukan pada semua pengguna kamera DSLR, tidak ada masalah jika Sobat masih menggunakan kamera compact atau saku, yang perlu diingat adalah jika Sobat mengupgrade ke kamera DSLR maka gunakan lensa prime atau fix 50mm f/1.8. InFotografi menganjurkan hal ini tentunya karena beberapa alasan dan yang terpenting adalah kualitas yang didapatkan dengan harga yang relatif murah. Kami sudah mencoba baik itu lensa Nikon 50mm f/1.8D AF Nikkor maupun Canon EF 50mm f/1.8 II, kedua lensa tersebut benar-benar memberikan kualitas foto yang tidak mengecewakan.
 50mm lens - Instant Fave!

Usahakan lensa fix ini selalu menyertai kalian baik memotret menggunakan kamera DSLR Canon maupun NIkon. Meskipun Sobat mungkin sudah memiliki lensa yang lebih bagus, tapi tidak ada salahnya lensa 50mm ini selalu berada di dalam tas kalian. Lensa prime atau fix ini relatif tajam meskipun Sobat memotret dengan bukaan lebar seperti pada aperture f/1.8 sampai f/22.

Lensa 50mm f/1.8 bisa menjadi lensa favorit, jika dikombinasikan bersama sensor DSLR dengan 1.5X atau crop factor lebih tinggi (seperti Nikon D90, Canon 50D, dan kebanyakan camera yang bukan full frame), kalian akan mendapatkan 75mm lensa portrait secara aktual. Jika Sobat menggunakan sensor DSLR full frame, maka akan mendapati seperti lensa standart.

Pada intinya Sobat akan mendapatkan hasil dengan kualitas bagus hanya dengan kisaran harga Satu juta rupiah. Sangat patut dan layak untuk dimiliki bukan?


Contoh diatas merupakan contoh foto bayi yang sedang dijemur dibawah sinar matahari pagi. Kamera yang digunakan adalah Nikon D70s dengan lensa Nikon 50mm f/1.8. Pemotretan dilakukan tanpa menggunakan flash, hand held (tanpa tripod). Ketika masuk ke dalam komputer PC untuk foto tersebut begitu terasa detail serta ketajamannya. Sejak saat itu lensa 50mm selalu menjadi pilihan pertama ketika mengambil foto portrait.

Sisi Positif :
  • Tajam: Fakta yang ada adalah produsen atau manufaktur lensa ini tidak butuh banyak material kaca untuk digunakan sebagai zooming, desain lensa ini fix, dan sangat sederhana.
  • Relatif murah: Harga dari lensa ini hanya berkisar Satu juta rupiah, dengan harga tersebut Sobat sudah bisa memiliki lensa dengan kualitas hasil yang menakjubkan.
  • Kecil dan ringan: Baik lensa prime/fix keluaran Canon atau Nikon memang berukuran kecil dan ringan hanya seukuran 1/2 dari lensa kit.

Sisi Negatif :
  • Tidak ada zoom: Di era fotografi digital saat ini kita memang sangat dimanjakan, pada era film dengan lensa prime/fix, zooming selalu dilakukan dengan menggunakan "kaki".
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Updates Via E-Mail