Minggu, 22 Juli 2012

Open Tuning dan Alternatif Tuning Pada Gitar

 
Seperti kita ketahui, untuk dapat memainkan sebuah gitar, kita harus mengatur nada-nada tiap senar untuk memudahkan peletakan jari-jari pada fretboard. Aturan nada-nada tiap senar atau disebut tuning, yang umum digunakan adalah EADGBE (urutan nada dari rendah ketinggi/senar besar ke senar kecil). Tuning EADGBE tersebut disebut sebagai standard tuning.

Namun diluar standard tuning tersebut masih ada jenis tuning yang lain. Jenis tuning yang tidak standard dibagi menjadi dua kelompok, yaitu open tuning dan alternate tuning. Open tuning adalah suatu aturan nada pada tiap-tiap senar yang mana apabila gitar dimainkan dalam keadaan semua senar tidak ditekan, akan membentuk sebuah chord. Sedangkan alternate tuning adalah tuning yang bukan standard tetapi juga bukan open tuning.

Open tuning biasanya digunakan oleh para pemain solo gitar akustik, dan para pemain slide. Open tuning memungkinkan pemain gitar untuk memainkan ritem sambil memainkan alur melodi dengan posisi tangan yang tidak terlalu sulit. Selain itu, para pemain slide akan lebih mudah untuk memaikan arpegio dengan slidenya. Contoh-contoh open tuning (urutan nada dari rendah ketinggi/senar besar ke senar kecil) :

Open C Tuning (menghasilkan chord C pada posisi open): CGCGCE
Open D Tuning (menghasilkan chord D pada posisi open): DADF#AD
Open G Tuning (menghasilkan chord G pada posisi open): DGDGBD


Sedangkan alternate tuning sangat banyak sekali jenisnya, namun beberapa yang populer adalah :

Drop D tuning (memudahkan bermain power chrord) : DADGBE
Dadgad tuning (dipakai untuk gitar celtic, juga oleh gitaris rock seperti Jimi Page) : DADGAD
Low C tuning (jugan banyak dipakai untuk music celtic) : CGDGAD

Jika diperhatikan, baik alternate tuning dan open tuning kebanyakan lebih rendah nadanya dari standart tuning, oleh karena itu akan didapatkan sound yang berkesan "dalam" pada kebanyakan open & alternate tuning. Namun yang perlu diperhatikan, kebanyakan tuning yang tidak standard memerlukan senar yang lebih berat dari yang biasa digunakan pada tuning standard (misalnya jika gitar anda di setup untuk senar 0.09, maka akan lebih baik jika anda menggunakan senar 0.10) hal ini bertujuan untuk menghindari fret buzz. Selain itu, jika anda menggunakan gitar dengan tremolo ala floyd rose, akan sulit sekali untuk menerapkan tuning yang tidak standard. Yang terakhir, bagaimanapun juga standard tuning memiliki kelebihan dalam kemudahan fingering untuk situasi umum, terbukti standard tuning mampu bertahan sampai sekarang.

Sumber : http://www.oocities.org/gitarkita/tuning.html

1 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Updates Via E-Mail