Kamis, 05 Juli 2012

Bahaya Tipes dan Cara Pengobatannya


Di Indonesia banyak sekali masyarakat yang tidak mengetahui penyebab dan bagaimana gejala dari penyakit ini. Penyakit tipes ini jika tidak segera ditangani maka dalam kurun waktu 30 hari dapat menyebabkan komplikasi seperti pendarahan usus dan juga perforasi (perlubangan)pada usus, oleh sebab itu pengetahuan tentang penyakit ini terutama penyebab dan gejala dari penyakit ini sangat penting diketahui.

Penyebab tipes

Penyakit Types atau tipus disebabkan oleh Bakteri Salmonella typhosa. kuman ini menular lewat makanan dan minuman, tinja dan air seni yang dibawa oleh lalat. Kuman salmonella termasuk genus bakteri enterobakteria gram negatif yang berbentuk tongkat dengan masa inkubasi kuman ini dalam tubuh 5 – 12 hari. nama salmonella diberikan oleh Edward salmon,  seorang ahli patologi dari Amerika walaupun rekannya Theobold smith yang pertama kali menemukan bakterium pada tahun 1885 pada tubuh babi.
Types termasuk infeksi sistematik dengan gejala yang khas yaitu demam. Adapun demam yang dialami oleh pasien yang menderita penyakit ini umumnya memiliki pola khusus dengan suhu yang meningkat (sangat tinggi) naik-turun. Hal ini terjadi pada sore dan malam hari sedangkan dipagi hari hampir tidak terjadi demam. hal inilah yang biasanya tidak disadari oleh sipasien maupun keluarga si pasien.

Perbedaan tipes

Demam pada penderita types mulai meninggi biasanya diatas jam 12 siang. umumnya disaat sipenderita pertama kali terkena penyakit ini, panasnya tidak terlalu tinggi namun demamnya muncul 1-2 hari kemudian.
Perbedaanya dengan demam berdarah (DBD) yaitu umumnya penyakit demam berdarah panasnya meningkat mendadak dengan suhu yang cukup tinggi dan demamnya akan turun secara cepat dihari ke-5 atau ke-6. Jika demamnya sudah berlangsung 7 hari, sangat memungkinkan demam ini disebabkan oleh tifus dan bukan demam berdarah.

Tanda lain dari tipes

Tanda-tanda atau gejala penyakit tipes yang lainnya yakni bisa dilihat pada lidah si pasien yang berwarna abu-abu karena kurang makan sehingga kotoran menetap diladhnya dan gejala lainnya yaitu suhu badan yang tidak sejajar dengan denyut nadi. Sebab normalnya jika suhu tubuh meningkat (tinggi) maka denyut nadinya juga tinggi.
Kurang selera makan dan mengeluh atau merasa sakit pada perut bagian bawah. Pada beberapa kasus penyakit ini juga kadang dikira usus buntu maka terkadang dilakukan operasi padahal penyakit ini adalah penyakit typus, hal ini disebabkan oleh kuman yang menyerang kelenjar limfa sehingga terjadi peradangan yang terletak pada bagian akhir usus. Jika penyakit ini sudah parah dan penyakit ini diabaikan atau tidak disadari maka disaat sipasien tadi melakukan BAB (buang air besar) maka tinja yang dikeluarkan akan bercampur dengan darah dan jika ini berlangsung lama maka akan menyebabkan komplikasi. Adapun gejala komplikasi umumnya muncul pada minggu ke-dua sedangkan pada minggu pertama mungkin saja komplikasi belum terjadi. Pada tahap selanjutnya jika belum tertangani (diobati) juga maka akan menyebabkan perforasi atau lubang pada usus. Dan juga bila tinja atau kotoran yang dikeluarkan sudah berwarna hitam maka bisa mengakibatkan kematian.
Untuk itu, mengetahui gejala dan penyebab dari penyakit ini (penyakit tipes atau tiphus)sangat penting. Terlebih kuman typhes tersebut mudah menyerang siapa saja jika kebersihan tidak terjaga dan dapat menular kepada siapapun.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Updates Via E-Mail