Rabu, 20 Juni 2012

Chandro Tomar nenek perkasa usia 78 jago sniper

Diusianya yang 78 tahun, Chandro Tomar kelihatan seperti nenek nenek lain pada umumnya. Ia menikmati sisa hidupnya bersama 6 anak dan 15 cucunya yang sangat menyayanginya. Namun anda tentunya akan terkecoh karena dibalik rambut putih dan senyum ramahnya dia mempunyai kemampuan olah bersenjata mematikan sebagai sniper.
Daily Mail mengutip bahwa Nenek Tomar diyakini merupakan penembak jitu atau sniper profesional tertua di dunia. Apa saja prestasinya ? si Nenek asal Baghpat, Uttar Pradesh, India itu telah memenangi 25 kontes menembak jitu nasional. Dan hebatnya lagi ternyata dia mulai memegang senapan untuk pertama kalinya 10 tahun silam atau ketika umurnya 68 tahun. Artinya, dia memang mempunyai bakat alam karena diusia 68 tahun mampu belajar olah senjata dan dalam kurun waktu satu dekade ia mampu menguasai teknik menembak jitu dengan fasih. Andai saja Vasily Zaitsev masih hidup, mungkin bakal ada adu tembak di antara mereka....hehehehheeh.
Awalnya bermula dari ketidaksengajaan, suatu ketika si nenek menemani cucu perempuannya ke sebuah klub menembak. Sang Cucu amat tertarik dengan dunia ini namun ia malu untuk pergi sendirian. “Ketika si nenek ini sedang menungguinya, si nenek memutuskan untuk mencoba. Hasilnya? Pelatihnya sangat terkesima dengan bidikannya

Setelah itu diapun pun berlatih secara teratur. Si pelatihnya mengatakan Nenek Tomar amat mahir sampai-sampai tak ada pria yang berlatih secara bersamaan karena takut dipermalukan. “si nenek mempunyai bakat alat maupun keahlian yang mumpuni, tangan yang kokoh, dan mata yang tajam. Talenta yang dimiliki Nenek Tomar tampaknya telah mendarah daging di dalam keluarganya. Seperti dikutip dari BBC, Seema, salah satu putrinya adalah wanita India pertama yang memenangi kejuaraan pistol dan senapan pada 2010. Sedangkan salah satu cucunya, Neetu Solanki, merupakan penembak jitu internasional yang mewakili India di kejuaraan yang berlangsung di negara-negara dunia seperti Hungaria dan Jerman. Kedua perempuan itu mengaku kisah Tomar telah menginspirasi mereka untuk semakin maju. 
“Ia begitu mengagumkan,” ungkap Seema. “Jika ia bisa melakukannya, maka kami pun pasti bisa. Ia memperlihatkan kepada kami bahwa segala sesuatu itu bisa terjadi. Ia telah sangat membantu meningkatkan kehidupan kami.” 
Neetu, cucu perempuannya, menambahkan bahwa di dalam masyarakat yang didominasi oleh lelaki seperti di India, neneknya memberi harapan kepada para generasi muda. 
“Para remaja putri mengatakan, ‘kalau nenek bisa, kenapa kita tidak?’ Aku katakan pada mereka: bekerja keraslah dan jagalah dagumu tetap ke atas dan kamu pasti akan bertualang ke banyak tempat,” kata Neetu.
Hayo siapa yang mau menjajal kemampuan si Nenek???

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Updates Via E-Mail